Saya Bukan Traveler

Ah, katanya The Single Traveler – Meets The Strangers. EMANG! Kenapa single? Karena gue bukan cheddar. Ngerti?

Ngomongin judul dan tag line blog saya ini, kadang-kadang suka ngeselin. Saya aja  kesel kalo ada yang bilang traveler. Apa sih? Orang cuma iseng aja, saya tuh cuma jalan-jalan biasa aja. Kalo ada duit dan waktu serta itinerary yang siap, ya pergi.

Lagian orang cuma asal bilang doang kok Riz!

Iya, tapi gue ga suka hmm kayaknya lebay gitu deh..

Saya yakin semua orang pasti pernah bepergian dengan alasan udah jenuh dengan segala rutinitas yang itu-itu aja. Nah, saya juga begitu. Didukung dengan hal-hal lain, yaitu rasa penasaran dan pengen liat Indonesia kayak gimana sih? Kalo kita singgah di pulau lain, gimana ya? Segersang dan Sedingin apa keadaannya? hmm bisa juga lautnya Indonesia kayak apa? (Bahkan sayang banget kalo ga bisa diving karena keterbatasan kemampuan).

Turis aja betah banget di Indonesia sampe punya buku tebel yang isinya ngebahas pariwisata Indonesia bahkan mereka punya itinerary lebih dari 2 minggu menghabiskan waktunya di Indonesia. Kan saya sebagai WNI jadi kepo.

Balik lagi ke kata “TRAVELER”

Buat saya traveler itu yang emang punya duit lebih buat beli pengalaman dengan konstan (alias dikit-dikit jalan-jalan). Walaupun ada traveler yang terhalang karena kerjaan, tapi pasti deh besoknya sekali dia melakukan perjalanan pasti yang “ajaib” banget.

Kenapa saya namain The Single “Traveler” kalo saya sendiri ga suka dengan kata traveler yang ditunjukkan ke saya?

Simple,  karena saya ga bisa menemukan kata-kata yang tepat, yang enak di dengar atau diucapkan.

Kenapa buat blog? Harusnya, yaudah pergi aja tapi gausah di review kalo takut terkesan vakum.

Nah, kenapa saya mau me-review? Karena saya sebagai orang yang kadang butuh jalan-jalan suka terhalang dalam mendapatkan info-info. Saya bahkan harus merancang dan me-recheck lagi itinerary serta kelengkapannya sampai benar-benar fix.

Jadi, apa yang mau dibagi saat me-review?

  1. Info akomodasi

Mulai dari penginapan dan yang paling utama TRANSPORT. Makanya, kalo saya udah rela dengan susah cari transport termurah, saya pengen kasih tau ke kalian, sehingga uangnya bisa digunakan untuk yang lainnya daripada habis di transport. Apalagi yang namanya turis, naik ojek pasti dimahalin. Kalo sekarang kalian memanfaatkan fasilitas ojek online yang kalian yakini lebih murah ya gapapa, tapi menurut saya kurang seru juga, karena kalo kalian lagi di tempat lain dan mau hal yang baru, ya naik angkot adalah pilihan utama. Kalian bakalan punya cerita sendiri dan sensasinya bedaaaa banget. Kalo udah kepepet baru deh pasrahkan dengan transportasi kilat cepat dan makan biaya yang lumayaaan.

DSCF0309

  1. Harga kisaran.

Lagi-lagi soal transport. Buat saya transportasi jadi salah satu hal yang nguras dompet. Saya berusaha untuk ngasih review harga transportasi yang saya gunakan. Apalagi kalau ada penyebrangan ke pulau tertentu yang mengharuskan kalian menyewa kapal warga yang dipatok ratusan ribu, paling tidak ya kalian harus tau kisarannya serta jumlah penumpang minimal daripada dikibulin. Ga cuma masalah uang transport, setiap perjalanan yang saya review saya usahakan untuk memberi review budget keseluruhan agar yang mau ke sana bisa mengira-ngira apakah uangnya cukup. Contohnya : kalo saya menghabiskan 1,5 juta berarti paling tidak kalian harus melebihkan budget paling tidak 30% dari total yang saya keluarkan.

saving-mistakes
source: learnvest.com
  1. Berbagi pengalaman

Pengalaman yang dibagi lebih saya tekankan ke pengalaman buruk hahha. Jangan sampe kalian ngerasain hal yang sama. Contohnya : Itinerary yang acakadut alias berantakan yang mempengaruhi agenda lain, dan keteledoran. Kalian harus lebih fokus saat setelah wisata (jangan sampe gara-gara laper akhirnya singgah di rumah makan yang sekaligus nyediain makanan ga halal) atau pun hal-hal lain yang tidak diinginkan. Tapi, kalo pada akhirnya pun kalian nemuin kendala, anggap aja itu sebagai kenangan perjalanan.

DSCF0320

  1. Berbagi keindahan.

Beberapa pasti ada yang iri, tapi tujuan berbagi keindahan bukan tentang “NYARI DOSA”. Keindahan yang dibagi lewat foto maupun video bertujuan buat meyakinkan lagi kalau tempat yang “ini loh” bisa dicoba. Saya pribadi, kalau bukan temen deket yang ke sana duluan, “kadang” suka ragu alias belum percaya kalau tempatnya emang oke banget buat dijadikan destinasi. Oiyak, saya berterimakasih karena kemunculan instagram memberikan kesempatan bagi banyak orang untuk memiliki galeri foto online terutama dalam dunia traveling yang mungkin bisa dijadikan referensi tujuan wisata atau sekadar menikmati dunia lewat foto-foto.

DSCF0930_2

Jpeg
Jpeg

  1. Berbagi semangat

Pernah ga sih ngerasa kalau akhirnya kamu mengurungkan niat buat pergi? Padahal kamu sendiri butuh banget ketenangan itu. Tapi, kadang banyak banget yang harus dipikirin entah masalah cari barengan, males banget nyusun itinerary yang ribet, tapi kamu juga lagi ga mungkin banget ngambil jasa tour yang pastinya biayanya lebih mahal dan waktunya ditentuin sama jasa tour. Nah, dengan adanya review ini, saya berharap kalian juga bisa sedikit nekat, ga nekat juga sih, tapi paling tidak akhirnya kalian bisa mewujudkan niat berpergian untuk sejenak menyenangkan hati di tempat yang udah disediakan oleh Allah S.W.T. Semoga selalu ada waktu dan rezeki juga buat saya menuliskan review lainnya.

IMG_20170323_221021

20161029_111451

Jadi, jangan panggil saya “traveler”. Selamat mengumpulkan info-info, selamat booking ticket, selamat berpergian dan siap-siap bilang “Masya Allah” kalau kamu nemuin hal yang luar biasa. Take care yaaa!!

DSCF0850

 

Advertisements

2 thoughts on “Saya Bukan Traveler

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s